Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah
Jembatan yang membentang ditengah sungai Siak ini pada awalnya di awali dari studi perencanaan pada tahun 2001 yang bekerjasama dengan LAPI IPB Bandung. Ekspos perencanaan pembangunan pertama kali dilakukan pada tanggal 13 Maret 2002 yang dipimpin oleh Rektor ITB ketika itu DR. Ir. Kusmayanto Kadiman. Jembatan Siak ini dibangun dan rancang secara kontruksi modern seperti halnya jembatan-jemabatan yang aa di negara-negara maju.
Jembatan Siak bukanlah dibangun semata-mata kehendak Pemerintah Daerah tapi merupakan tuntutan dan keinginan seluruh masyarakat. Selain dapat menghubungkan dua sisi Kabupaten Siak yang dipisahkan oleh sungai Siak, jembatan ini memberikan makna besar dalam pergerakan pembangunan Kabupaten Siak, membuka jalur ekonomi dan memberikan akses penting bagi jalur transportasi. tak kalah pentingnya adalah jembatan ini telah membuka isolasi daerah yang selama ini menjadi kendala dalam memeratakan pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah bersama masyarakat.
pembangunan jembatan Siak menggunakan Dana APDB Murni Kabupaten Siak sebesar Rp. 277.646.748.000,- dalam lima kali Tahun Anggaran. menjai kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Siak, Jembatan yang diberi nama Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah ini diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia pada Tanggal 11 Agustus 2007 bersempena dengan HUT Emas Ke 50 Provinsi Riau.
Data dan Fakta:
1. Klasifikasi Jembatan Siak adalah Kelas A
2. Jumlah Lajur sebanyak 4 Lajur (4 x 2,75 m)
3. Jumlah Trotoar dua buah (2 x 2,25 m)
4. Lebar Jembatan 16,95 m
5. Panjang Jembatan 1.196 m
6. Kelandaian maksimum 5 %
7. Jembatan dengan sistem Cable Stayed
8. Ketinggian maksimum dari air pasang adalah 23 m
9. Struktur Pylon setinggi 73, 3m
10. Material Cable Stayednya adalah baja low relaxation dengan Fu= 1.860 Mpa
11. Bagian atas Pylon terdapat sebuah Diorama di sisi Utara dan Restorant di sisi Selatan
Diposkan oleh Ecy Novemirata di 8/07/2009 10:36:00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar